Rabu, 05 April 2017

Tugas S.Indonesia (Pengertian, manfaat, harapan dari belajar sejarah)


Pengertian sejarah
“Menurut saya sejarah merupakan ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada manusia di masa lampau yang meneliti seluruh rangkaian peristiwa secara sistematis, sesuai dengan perkembangan manusia atau masyarakat dari waktu ke waktu. Dan juga merupakan suatu disiplin ilmu yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Sejarah juga menyuguhkan fakta secara diakronis (berhubungan dengan perjalanan waktu), ideografis (menggambarkan dan memaparkan peristiwa), empiris (bersandar pada pengalaman manusia), dan unik (khas, dan hanya berlaku pada waktu dan tempat tertentu). Yang bertujuan menyimpulkan atau menilai serangkaian peristiwa yang terjadi pada masa lampau guna mengambil ibrah beserta hikmah yang dijadikan sebagai pelajaran supaya keburukan-keburukan yang terjadi pada masa lampau tidak terulang kembali dan agar kedepanya menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.”

Yang diharapkan dari belajar sejarah
Yang diharapkan dari belajar sejarah adalah dapat mengambil hikmah dari setiap rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu. Supaya keadaan sekarang bisa jauh lebih baik dari pada masa sebelumnya. Dan juga kita diharapkan untuk tidak melupakan jasa-jasa orang terdahulu yang telah menyumbangkan pikiran dan tenaga mereka demi kemajuan zaman yang dapat kita rasakan hasilnya saat ini, selain itu diharapkan juga selalu mengingat jasa para pahlawan khususnya di negeri ini, Indonesia sesuai dengan apa yang dikatakan oleh presiden pertama kita yaitu bung karno “jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Selain harapan-harapan dari belajar sejarah, dalam ilmu sejarah ini juga menyimpan sejuta manfaat diantaranya :
  Kegunaan edukatif
      kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya. manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain Yang coba dihindari.

 Kegunaan inspiratif
      kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipeloporii oleh bedirinya organisasi perjuangan yangmodern  di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional Yang kedua. Pada kebangkitan nasional yang pertama, bangsa indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya.

 Kegunaan rekreatif
      kegunaan sejarah yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Gaya penulisan yang hidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca. Pembaca akan merasa nyaman  membaca tulisan dari sejarawan.
Demikian yang diharapkan dari belajar sejarah beserta manfaatnya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






Sejarah masuknya hindu-budha ke Nusantara



Sejarah Masuknya Hindu-Budha Ke Nusantara
Agama Hindu dan Budha berasal dari Jazirah India yang sekarang meliputi wilayah negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul pada dua waktu yang berbeda (Hindu: ±1500 SM, Budha: ±500 SM), namun berkembang di Indonesia pada waktu yang hampir bersamaan. Munculnya agama Hindu dan Budha di Indonesia berawal dari hubungan dagang antara pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan Nusantara. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu Budha inilah yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu dan Budha lambat laun mulai berkembang di Nusantara.
Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha di indonesia.


1. Teori Brahmana

Teori yang diprakarsai oleh Van Leur ini menyatakan bahwa kaum Hindu dari kasta Brahmanalah yang mempunyai peran paling besar dalam proses masuknya agama dan budaya Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Kitab Weda ditulis dengan Bahasa Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang berasal dari pusat-pusat Hindu di dunia ini datang karena undangan para penguasa lokal yang ingin yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai agama Hindu. Para raja/penguasa pribumi tersebut adalah penganut kepercayaan animisme dan dinamisme sebelum datangnya pengaruh Hindu dan Budha. 



2. Hipotesa Ksatria

Menurut teori yang diusung oleh C.C. Berg ini, agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum ksatria (kaum prajurit kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi perang antargolongan di negeri ini. Para prajurit perang yang terdasak musuh atau telah jenuh berperang akhirnya meninggalkan tanah air mereka. Diantara para ksatria yang mencari tempat pelarian ini, sebagian ada yang mencapai Indonesia. Mereka inilah yang kemudian membuat koloni dan beralkulturasi dengan penduduk lokal. Hal ini membuat semakin banyak masyarakat lokal yang menganut agama Hindu, pada perkembangan berikutnya, akhirnya lahirlah kerajaan Hindu di Nusantara.


3. Hipotesa Waisya
Menurut teori ini, kaum Hindu dari kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kaum Waisya adalah mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi seperti pedagang dan saudagar. Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Hali inilah yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya ini diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.


4. Hipotesa Sudra

Orang-orang yang tergolong dalam Kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kaum Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Ksatria. Karena datang dalam jumlah yang sangat besar, kaum Sudra inilah yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu ke Indonesia.

Meskipun disampaikan oleh para ahli, keempat teori diatas tetap mempunyai kelemahannya masing-masing. Hal tersebutkarena kitab Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Kaum Ksatria, Waisya, dan Sudra tentu saja akan sangat kesulitan menyebarkan agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak memahami Bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa dalam kitab Weda. Namun demikian, menurut kepercayaan India kuno, kaum Brahmana tidak boleh menyeberangi lautan sehingga hampir mustahil untuk kaum Brahmana menyebarkan Hindu di Indonesia Secara langsung. 

Karena keempat teori yang saya sampaikan diatas memiliki banyak kelemahan, maka muncullah teori lain yaitu teori arus balik. Teori ini dicetuskan oleh F.D.K Bosch, menurutnya Agama Hindu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang Indonesia sendiri. Orang-orang Indonesia yang membawa Agama Hindu ke Indonesia ini berasal dari golongan pemuda yang memang sengaja dikirim oleh para penguasa pribumi untuk mempelajari agama Hindu dan Budha di India. Setelah selesai belajar di India, mereka kemudian pulang ke Nusantara lalu mulai menyebarkan agama Hindu atau Budha.


Kerajaan-Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara

Berikut adalah beberapa kerajaan yang pernah berdiri di Nusantara pada era berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu dan Budha.


  1. Kerajaan Kutai
  2. Kerajaan Tarumanegara
  3. Kerajaan Holing/Kaling
  4. Kerajaan Sriwijaya
  5. Kerajaan Melayu
  6. Kerajaan Mataram Kuno
  7. Kerajaan Kediri
  8. Kerajaan Singasari
  9. Kerajaan Majapahit
  10. Kerajaan Medang Kamulan

Sejarah Lahirnya Hindu-Budha.
Lahirnya Agama Hindu. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Hindu di India berkaitan dengan sistem  kepercayaan bangsa Arya yang masuk ke India pada 1500 S.M. Kebudayaan Arya berkembang di Lembah Sungai Indus India. Bangsa Arya mengembangkan sistem kepercayaan dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan tradisi yang dimilikinya. Sistem  kepercayaan itu berupa penyembahan terhadap banyak dewa yang dipimpin oleh golongan pendeta atau Brahmana.  Keyakinan bangsa  Arya terhadap kepemimpinan kaum Brahmana dalam melakukan upacara ini melahirkan kepercayaan terhadap Brahmanisme. Selanjutnya  golongan  ini  juga  menulis ajaran mereka  dalam kitab-kitab  suci yang menjadi standar pelaksanaan upacara-upacara keagamaan. Kitab suci agama  Hindu disebut  Weda (Veda), artinya pengetahuan tentang agama. Sanusi Pane dalam bukunya Sejarah Indonesia menjelaskan  tentang Weda terdiri dari 4 buah kitab, yaitu:
Rigweda
Rigweda adalah kitab yang berisi tentang ajaran-ajaran Hindu. Rigweda merupakan kitab yang tertua  dan kemungkinan muncul  pada  waktu  bangsa   Arya masih  berada   di daerah Punjab.
Samaweda
Samaweda adalah kitab yang berisi nyanyian-nyanyian pujaan yang wajib dilakukan ketika upacara  agama.
Yajurweda
Yajurweda adalah kitab yang berisi dosa-doa yang dibacakan ketika diselenggarakan upacara  agama.  Munculnya  kitab ini diperkirakan  ketika  bangsa  Arya mengusai  daerah  Gangga Tengah.
Atharwaweda
Atharwaweda adalah  kitab yang berisi doa-doa untuk menyembuhkan  penyakit, doa  untuk   memerangi  raksasa. Doa-doa  atau  mantera pada  kitab ini muncul setelah  bangsa Arya berhasil menguasai  daerah  Gangga  Hilir.
Agama Hindu bersifat Politheisme, yaitu percaya terhadap banyak  dewa  yang masing-masing dewa  memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat.  Ada tiga dewa  utama  dalam agama  Hindu yang  disebut  Trimurti terdiri dari Dewa  Brahma  (dewa  pencipta), Dewa Wisnu (dewa pelindung),  dan Dewa Siwa (dewa perusak).
Sistem  kemasyarakatan  yang  dikembangkan  oleh  bangsa Arya  adalah   sistem   kasta.   Sistem   kasta   mengatur  hubungan sosial bangsa   Arya dengan bangsa-bangsa yang  ditaklukkannya. Sistem ini membedakan masyarakat  berdasarkan fungsinya. Golongan   Brahmana  (pendeta)   menduduki golongan  pertama. Ksatria (bangsawan, prajurit) menduduki golongan kedua.  Waisya (pedagang dan  petani)  menduduki golongan  ketiga,  sedangkan Sudra (rakyat biasa) menduduki golongan terendah atau  golongan keempat. Sistem kepercayaan dan kasta menjadi dasar terbentuknya kepercayaan terhadap Hinduisme. Penggolongan seperti inilah yang disebut caturwarna.

Lahirnya Agama  Buddha.
Agama  Buddha  lahir sekitar abad  ke-5 S.M. Agama  ini lahir sebagai reaksi terhadap agama  Hindu terutama karena keberadaan kasta. Pembawa agama Buddha adalah Sidharta Gautama (563-486 S.M), seorang  putra  dari Raja Suddhodana dari Kerajaan Kosala di Kapilawastu.  Untuk  mencari  pencerahan hidup,  ia meninggalkan Istana Kapilawastu dan  menuju  ke tengah hutan  di Bodh Gaya. Ia bertapa di bawah  pohon  (semacam  pohon  beringin) dan  akhirnya mendapatkan bodhi,  yaitu semacam  penerangan atau  kesadaran yang sempurna. Pohon itu kemudian  dikenal dengan pohon  bodhi. Sejak saat  itu,  Sidharta  Gautama dikenal  sebagai  Sang  Buddha, artinya yang disinari. Peristiwa ini terjadi pada  tahun  531 SM. Usia Sidharta waktu itu kurang lebih 35 tahun.  Wejangan  yang pertama disampaikan  di Taman Rusa di Desa Sarnath.
Dalam ajaran Buddha manusia akan lahir berkali-kali (reinkarnasi). Hidup adalah samsara, menderita, dan tidak menyenangkan. Menurut   ajaran  Buddha,  hidup  manusia  adalah menderita, disebabkan karena  adanya  tresna atau  cinta, yaitu cinta (hasrat/nafsu)  akan kehidupan.
Penderitaan dapat  dihentikan, caranya  adalah   dengan  menindas   tresna  melalui  delapan   jalan (astawida),   yakni   pemandangan    (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar, perkataan  yang  benar,   tingkah   laku  yang benar, penghidupan (mata    pencaharian) yang  benar,   usaha   yang  benar, perhatian yang benar,  dan semadi yang benar.

Tugas S. Indonesia (Hikmah empelajari kerajaan islam)

OK. Pada kesempatan emas kali ini saya akan melanjutkan episode tugas sejarah Indonesia berikutnya yang berjudul :

Hikmah dari mempelajari sejarah kerajaan islam di Indonesia

         Apa saja sih manfaatnya ?, manfaat dari mempelajari kerajaan islam di Indonesia adalah kita jadi tahu bahwa peranan kerajaan islam di Indonesia ini sangatlah besar, tidak hanya kerajaan hindu-budha saja yang berperan. diantara peranan kerajaan islam untuk bangsa indonesia adalah mempertahankan wilayahnya (Indonesia saat ini) dari serangan bangsa barat, otomatis dengan usaha tersebut bangsa Indonesia pada awalnya sempat terhindar dari penjajahan bangsa barat selama berabad-abad, kemudian peranan lainya adalah menyebarkan syariat islam ke seluruh pelosok tanah air, ini juga menjadi salah satu manfaat terbesar. mengapa? karena  bisa kita bayangkan jikalau tidak disebarkanya ajaran islam oleh kerajaan islam indonesia melalui para wali songo kemungkinan besar keadaan Indonesia sekarang ini dipenuhi oleh orang-orang non-muslim termasuk kita. 

        Manfaat selanjutnya adalah kita dapat mengambil beberapa hikmah dari perjuangan kerajaan islam Indonesia dalam mempertahankan negara serta agama dari ancaman para bangsa asing yang ingin menjajah Indonesia pada waktu itu, selain itu kita juga bisa merasakan manfaatnya sampai detik ini, yaitu merdekanya Negara Republik Indonesia. sepintas memang tidak terlihat, akan tetapi jika kita lebih memperdalam lagi sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, kita akan menemukan suatu peranan yang sangat besar yang dilakukan oleh salah satu kerajaan islam Indonesia yang sampai saat ini masih berdiri tegak serta masih memerintah wilayah kekuasaanya dibawah pemerintahan Indonesia. 

          Kerajaan islam tersebut adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang saat ini memerintah didaerah istimewa Jogjakarta yang pada saat masa-masa revolusi Indonesia, raja Jogja pada saat itu yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX membantu rencana panglima besar Soedirman untuk melaksanakan serangan umum 1 Maret yang bertujuan untuk menunjukkan kepada duna saat itu bahwa Indonesia masih ada serta masih memiliki kekuatan untuk melawan penjajahan bangsa Belanda saat itu. 

           Manfaat yang terakhir adalah kita dapat menerapkan hal-hal baik yang diterapkan pada masa kerajaan islam didalam kehidupan kita sekarang ini seperti sifat daya juang yang tinggi dalam menghadapi segala cobaan, lalu sistem pemerintahan islam yang mengutamakan kesejahteraan, kemakmuran serta keadilan bagi rakyat, kemudian sifat para pemimpin yang pada waktu itu sangatlah amanah serta terhindar dari yang namanya KKN, dan hal yang paling penting untuk diterapkan adalah berjuang sekuat tenaga untuk membela serta mempertahankan agama Allah dari ancaman orang-orang kafir maupun munafik. 

-SEKIAN TERIMAKASIH- 

Rabu, 15 Maret 2017

Tugas S.Indonesia (resensi 2 : sang pemimpi)

RESENSI NOVEL INDONESIA
“SANG PEMIMPI”

1. Identitas Buku
Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Halaman : x + 292 Halaman
Cetakan : ke-14, januari 2008
ISBN: 979-3062-92-4
 2.  Pratinjau
Luar biasa!!!. Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini. Bagaimana tidak? Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa cela. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya. Bahasanya pun sangat memikat, dengan dibumbui ragam kekayaan bahasa dan imajinasi yang luas. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah- istilah saintifik, humor metaforis, hingga dialek dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja pada umumnya. Canda tawa khas siswa SMA sangat kental. Namun lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di tiap-tiap tokohnya. Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup
yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Sorbonne, kota impiannya.
Selain menggambarkan betapa superpower-nya kekuatan mimpi, pada
novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moral.
Angkat topi untuk Andrea Hirata yang telah berhasil membuat suguhan kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan saintifik. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi- mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yang sangat terbatas.
3. Sinopsis
Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi
dan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal di salah satu los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli ngambat untuk tetap hidup sambil belajar.
Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus mengajar kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini juga ada Pak Mustar yang sangat antagonis dan ditakuti siswa, beliau berubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannya tidak diterima di
SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25 dari batas minimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.
Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telah menonton film di bioskop dan peraturan ini larangan bagi siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta membersihkan
WC.
Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai adalah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika kelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga wafat ketika Arai kelas 3 sehingga di kampung Melayu disebut Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersama ayahnya.

Kamis, 23 Februari 2017

Tugas S.Indonesia (Manfaat dari mempelajari kerajaan Hindu-Budha)

         Oke, kali ini saya akan melanjutkan episode TAK SEBATAS TUGAS berikutnya dengan tema MANFAAT DARI MEMPELAJARI KERAJAAN HINDU-BUDHA.

       Menurut saya, manfaat dari mempelajari berbagai kerajaan hindu dan budha adalah kita dapat mempelajari serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi pada masa tersebut. Apa hikmahnya? salah satunya adalah hikmah dari peristiwa konflik, mulai dari konflik wilayah antar kerajaan hingga konflik didalam lingkungan istana itu sendiri. Yang mana memberikan kita sebuah pelajaran berharga bahwasanya menjadi pemimpin dari suatu negara atau kerajaan haruslah pandai dalam menjaga keutuhan, persatuan serta kedamaian wilayah kekuasaanya agar nantinya tidak terjadi konflik-konflik lainya yang dapat menimbulkan kekacauan, ketakutan, serta menganggu stabilitas keamanan dan ekonomi negara tersebut. Hal ini saya anggap penting dikarenakan melihat kondisi negeri kita yang dalam beberapa waktu terakhir ini sering mengalami atau dilanda konflik, kericuhan, kekacauan bahkan sampai menyebarnya berita-berita hoax yang berisi fitnah guna mengadu domba antara pihak satu dengan yang lainya dengan tujuan adanya perpecahan, permusuhan serta konflik.

      Tidak hanya itu saya juga mendapatkan pelajaran berharga dari peristiwa pembunuhan seorang raja atau penguasa yang mana memberikan kita hikmah bahwa sessungguhnya pemimpin ialah perwakilan dari rakyat yang bertugas untuk mengayomi rakyat bukan malah menzhalimi atau bahkan menindas rakyat demi kepentingan suatu golongan maupun kepentingan penguasa itu sendiri. Karena jikalau seorang penguasa melakukan perbuatan zhalim tersebut, ia tidak hanya membahayakan atau merugikan rakyatnya akan tetapi ia malah membahayakan keselamatan dirinya sendiri hingga berakibat sampai dibunuhnya penguasa yang zhalim tersebut ditangan rakyatnya sendiri akibat perbuatan yang ia lakukan. Selain itu pelajaran atau hikamah yang berharga dari peristiwa ini adalah janganlah kita berebut atau lebih tepatnya memperebutkan kekuasaan demi kepuasan nafsu semata karena hal ini akan merugikan khalayak banyak maupun diri sendiri.

Demikian episode TAK SEBATAS TUGAS kali ini, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari seluruh peristiwa yang terjadi pada kerajaan hindu-budha agar kejadian-kejadian buruk tersebut tidak terulang kembali guna menuju masa depan yang lebih baik. Dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Kamis, 02 Februari 2017

Tugas S. Indonesia (resensi 1 : Laskar Pelangi)

                                                       RESENSI NOVEL LASKAR PELANGI

1)      Judul Buku       : Laskar Pelangi
2)      Penulis              : Andrea Hirata
3)      Negara              : Indonesia
4)      Bahasa              : Indonesia
5)      Genre                : Roman
6)      Penerbit            : Yogyakarta: Bentang Pustaka
7)      Tanggal terbit   : 2005
8)      Halaman           : xxxiv, 529 halaman
9)      ISBN                : ISBN 979-3062-79-7


Resensi
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:
1)      Ikal : Andrea Hirata
2)      Lintang : Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
3)      Sahara : N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
4)      Mahar : Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
5)      A Kiong : Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
6)      Syahdan :  Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
7)      Kucai : Mukharam Kucai Khairani
8)      Borek alias Samson
9)      Trapani : Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
10)   Harun : Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan


Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.
Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi dan juga karya yang pertama dari Andrea Hirata. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Naskah Laskar Pelangi telah diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama dengan bukunya.Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production, dan digarap oleh sutradara Riri Riza.

Sinopsis
Cerita terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!



Kelemahan
Kelemahannya yaitu penggunaan nama-nama ilmiah dalam cerita- ceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca. Apalagi glosarium diletakkan di bagian belakang novel. Hal ini menambah ketidakpraktisan memahami istilah-istilah ini. Selain itu, imajinasi pembaca bisa terhambat jika mereka tak memahami istilah-istilah tersebut. Alurnya yang tidak jelas. Tidak seperti  Harry Potter atau Ayat-Ayat Cinta dengan alur yang enak diikuti, cerita-cerita dalam Laskar Pelangi ini alur waktunya dibolak-balik sehingga membingungkan pembaca. Apalagi tidak disebutkan tahun berapakah tiap-tiap peristiwa itu terjadi.

Kelebihan
Kelebihannya buku ini menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam. Serta kisahnya yang mengharukan.

Kesimpulan
Dari novel yang di buat oleh Andre Hirata ini, saya dapat mengambil beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus benar-benar menghargai hidup, menghargai semua pemberian Tuhan, tidak pantang menyerah bila menginginkan sesuatu, dan tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau dan berusaha. Dan satu lagi, pintar tidak menjamin kita untuk selalu sukses, seperti cerita pada tokoh lintang, dia anak yang pintar, namun diakhir cerita dia menjadi seorang supir truk, disini

saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa semua kehidupan manusia sudah ada yang mengaturnya, yaitu Tuhan. Semua yang kita kerjakan tidak lepas dari campur tangan Tuhan.